Rakorda. Ketrua DPP Hanura Suaidi Marabessi Menyalami Plt ketua DPD Hanura Sulsel, Hj Dewie Yasin Limpo usai pembukaan Rakorda di Hotel Singgasana. (foto by JUmain/Fajar)Tanggapi Dingin Penyegelan Kantor
MAKASSAR - Belum lagi pemilu digelar, pelaksana tugas Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulsel Hj Dewie Yasin Limpo sudah berani sesumbar. Dewie yakin akan mengantar Hanura menjadi partai lima besar di Sulsel.
"Saya ingin buktikan bahwa di Sulsel, bukan hanya ayam jantannya yang jago, tetapi betinanya juga hebat," kata Dewie pada sambutannya saat rapat koordinasi daerah (Rakorda) Partai Hanura Sabtu, 17 Mei.
Pada acara yang digelar di Hotel Singgasana itu, Dewie menegaskan, untuk mewujudkan tekadnya itu, ia sudah menyusun program 100 hari. Antara lain, realiasi pembentukan ranting dalam waktu dekat. Selain itu, seluruh DPC sudah bisa menunjukkan KTA-nisasi minimal 10 persen dari pemilih di daerahnya masing-masing.
"Ini penting untuk mengukur siapa yang memiliki konstituen yang lebih banyak, karena itu akan menjadi indikator pencalegan," katanya.
Dewie lantas menyebut nama salah seorang pengurusnya, Waris Halid, adik kandung Nurdin Halid. Dewie meminta agar Halid menghanurakan seluruh petani jarak di Sulsel. Sebab, ia memang bergerak di bisnis itu.
Jika semua programnya bisa jalan, kata Dewie, ia yakin, Hanura di Pemilu 2009 akan meraih satu fraksi lebih di DPRD Sulsel. Demikian juga di DPRD kabupaten/kota.
Ketua DPP, Suadi Marasabessi yakin dengan target yang sudah dipatok Dewie. Hal itu, kata dia, tidak lain karena Dewie tidak lagi dipandang sebagai betina, tetapi dipandang sebagai ayam betina yang jantan dari timur.
Target lima besar, menurut dia, itu adalah standar. Sebab, melihat kondisi Hanura Sulsel sekarang, tiga besar saja bukan hal utopis.
"Bahkan bisa dua besar, kalau tidak mau menyebut satu yang terbesar," kata mantan Pangdam VII Wirabuana ini.
Menyikapi Aksi penyegelan kantor DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang dilakukan sejumlah pengurus yang kecewa Dewie hanya menanggapi dingin. Menurut dia, pengurus yang ada sekarang jangan gampang dikoyak isu.
"Kalau ada riak-riak kecil, itu bagian dari dinamika. Sebab, memang tidak semua orang bisa saya puasi," kata Dewie.
Pernyataan ini sebagai tanggapan atas tindakan sejumlah pengurus yang mengaku disingkirkan Dewie. Sebab, ia melakukan reposisi pengurus tanpa melalui rapat, sehingga merasa dibersihkan karena dianggap sebagai gerbong HB Amiruddin Maula.
Tapi Dewie menampik. Menurut dia, dirinya tak pernah bermaksud membuang pengurus yang sudah bekerja. Sebab, kata dia, jangankan yang sudah di dalam. Yang di luar saja dia ingin rekrut. "Ini adalah riak dan menjadi bukti bahwa Hanura sudah diperhitungkan. Tantangan ke depan, tentu makin berat, dan itu harus dihadapi," tegasnya.
Sebab, kata dia, ia selalu berkeyakinan bahwa tidak ada pelaut ulung bisa lahir dari Taut yang tenang. Tapi, ia harus melalui tantangan badai den gelombang. "Karena itu, apa boleh buat, demi kebesaran partai, banyak hal yang harus dilakukan. Tentu saja dengan tetap memohon petunjuk dan arahan DPP," ujarnya.
Ketua DPP Suadi Marasabessi juga angkat bicara. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa aksi demo itu menunjukkan bahwa ada teman-teman yang mencoba menggunakan jalan lain. Tindakan itu sebagai respons atas SK yang baru terbit terkait reposisi dan revitalisasi kepengurusan DPD Hanura Sulsel. "Mungkin memang ada yang kecewa, saya tentu sangat mengerti," ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan, politik memang siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana. Akan tetapi, tidak boleh menganut paham menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. "Reposisi itu dilakukan untuk menempatkan orang pada posisi yang tepat. Reposisi dalam rangka revitalisasi, bukan membuang," katanya.
`
Suadi juga mengingatkan dengan memberi perumpamaan bahwa mereka sudah membuat perahu. Perahu itu bukan untuk ditambatkan, tetapi untuk menerjang gelombang. (har)
"Saya ingin buktikan bahwa di Sulsel, bukan hanya ayam jantannya yang jago, tetapi betinanya juga hebat," kata Dewie pada sambutannya saat rapat koordinasi daerah (Rakorda) Partai Hanura Sabtu, 17 Mei.
Pada acara yang digelar di Hotel Singgasana itu, Dewie menegaskan, untuk mewujudkan tekadnya itu, ia sudah menyusun program 100 hari. Antara lain, realiasi pembentukan ranting dalam waktu dekat. Selain itu, seluruh DPC sudah bisa menunjukkan KTA-nisasi minimal 10 persen dari pemilih di daerahnya masing-masing.
"Ini penting untuk mengukur siapa yang memiliki konstituen yang lebih banyak, karena itu akan menjadi indikator pencalegan," katanya.
Dewie lantas menyebut nama salah seorang pengurusnya, Waris Halid, adik kandung Nurdin Halid. Dewie meminta agar Halid menghanurakan seluruh petani jarak di Sulsel. Sebab, ia memang bergerak di bisnis itu.
Jika semua programnya bisa jalan, kata Dewie, ia yakin, Hanura di Pemilu 2009 akan meraih satu fraksi lebih di DPRD Sulsel. Demikian juga di DPRD kabupaten/kota.
Ketua DPP, Suadi Marasabessi yakin dengan target yang sudah dipatok Dewie. Hal itu, kata dia, tidak lain karena Dewie tidak lagi dipandang sebagai betina, tetapi dipandang sebagai ayam betina yang jantan dari timur.
Target lima besar, menurut dia, itu adalah standar. Sebab, melihat kondisi Hanura Sulsel sekarang, tiga besar saja bukan hal utopis.
"Bahkan bisa dua besar, kalau tidak mau menyebut satu yang terbesar," kata mantan Pangdam VII Wirabuana ini.
Menyikapi Aksi penyegelan kantor DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang dilakukan sejumlah pengurus yang kecewa Dewie hanya menanggapi dingin. Menurut dia, pengurus yang ada sekarang jangan gampang dikoyak isu.
"Kalau ada riak-riak kecil, itu bagian dari dinamika. Sebab, memang tidak semua orang bisa saya puasi," kata Dewie.
Pernyataan ini sebagai tanggapan atas tindakan sejumlah pengurus yang mengaku disingkirkan Dewie. Sebab, ia melakukan reposisi pengurus tanpa melalui rapat, sehingga merasa dibersihkan karena dianggap sebagai gerbong HB Amiruddin Maula.
Tapi Dewie menampik. Menurut dia, dirinya tak pernah bermaksud membuang pengurus yang sudah bekerja. Sebab, kata dia, jangankan yang sudah di dalam. Yang di luar saja dia ingin rekrut. "Ini adalah riak dan menjadi bukti bahwa Hanura sudah diperhitungkan. Tantangan ke depan, tentu makin berat, dan itu harus dihadapi," tegasnya.
Sebab, kata dia, ia selalu berkeyakinan bahwa tidak ada pelaut ulung bisa lahir dari Taut yang tenang. Tapi, ia harus melalui tantangan badai den gelombang. "Karena itu, apa boleh buat, demi kebesaran partai, banyak hal yang harus dilakukan. Tentu saja dengan tetap memohon petunjuk dan arahan DPP," ujarnya.
Ketua DPP Suadi Marasabessi juga angkat bicara. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa aksi demo itu menunjukkan bahwa ada teman-teman yang mencoba menggunakan jalan lain. Tindakan itu sebagai respons atas SK yang baru terbit terkait reposisi dan revitalisasi kepengurusan DPD Hanura Sulsel. "Mungkin memang ada yang kecewa, saya tentu sangat mengerti," ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan, politik memang siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana. Akan tetapi, tidak boleh menganut paham menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. "Reposisi itu dilakukan untuk menempatkan orang pada posisi yang tepat. Reposisi dalam rangka revitalisasi, bukan membuang," katanya.
`
Suadi juga mengingatkan dengan memberi perumpamaan bahwa mereka sudah membuat perahu. Perahu itu bukan untuk ditambatkan, tetapi untuk menerjang gelombang. (har)
sumber : Harian Fajar edisi Cetak 17 Mei 2008


Tidak ada komentar:
Posting Komentar