Kamis, 19 Juni 2008

Wiranto Jamin Maula tak Dibuang


Kunjungi Korban Kelaparan di Makassar

MAKASSAR-HB Amiruddin Maula relatif aman di DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulsel meski tersangkut kasus dugaan korupsi. Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto menjamin mantan Walikota Makassar itu tidak akan dibuang dari kepengurusan. Mantan Panglima TNI itu bahkan menjamin dirinya bersama jajaran Partai Hanura akan selalu membela kepentingan Maula.

"Kita akan bela Maula sampai kapan pun," tegasnya saat memberi pengarahan dihadapan pengurus DPD dan DPC Hanura di sekretariat Partai Hanura Sulsel, Jl Sultan Alauddin Makassar, kemarin.

Wiranto menegaskan, dalam posisi seperti sekarang, Maula tidak akan ditinggalkan atau disepelekan. Partai Hanura, kata dia, tidak mungkin membuang orang-orang yang sudah berjasa seperti Maula.

"Meski begitu, untuk kepentingan organisasi, mungkin akan ada perubahan kebijakan partai ke depan," katanya.

Pernyataan Wiranto itu seolah menjawab spekulasi yang berkembang selama ini bahwa DPP akan tunjuk pelaksana tugas untuk sementara, selama Maula masih berproses di pengadilan. Figur yang disebut akan mengganti Maula adalah Dewie Yasin Limpo.
Kemarin, dalam kunjungannya, Wiranto didampingi Dewie. Termasuk saat penjemputan di Bandara Hasanuddin. Pada acara di DPD juga didampingi saudara kandung Syahrul Yasin Limpo itu. Bahkan, saat Wiranto mengunjungi korban kelaparan, Dg Basse, Dewie juga setia mendampingi Wiranto dan mengantar kembali ke Bandara

Wiranto mengungkapkan, sejak berdiri, Hanura sudah menghadapi tekanan yang luar biasa. Termasuk di Sulsel yang ketuanya harus berurusan dengan pengadilan. "Dalam kondisi begitu, biasanya organisasi sudah mandek. Tapi Sulsel tidak. Ini menunjukkan eksistensi Hanura sebagai partai organik," tegasnya.

Hanura, kata mantan Capres Golkar ini, bisa tumbuh bak jamur di musim hujan. Itu menandakan bahwa Hanura mulai diperhitungkan. "Hanura kini telah menjadi buah bibir dan ditakuti parpol besar," kata Wiranto meyakinkan.

Dalam pengarahannya, Wiranto didampingi Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Dewie Yasin Limpo, Sekretaris DPD, Nasrullah Arsyad, dan Korda Sulsel, H Zainal Muknam. Tidak ketinggalan, pengurus Hanura lainnya, H Imbar Ismail, Ketua DPC Kota Makassar, H Abdullah Bone, dan sejumlah pengurus lainnya.

"Partai Hanura lahir tidak untuk menggerogoti partai kecil. Tapi menggerogoti partai besar," tegas Wiranto.

Kunjungi Aco

Usai memberi pengarahan, Wiranto mengunjungi kediaman Dg Basse, korban kelaparan yang meninggal bersama anaknya. Di situ, Wiranto menyatakan keprihatinannya dan memberi santunan. Dari kediaman Basse, ia ke Panti Asuhan Fahmi, tempat Aco, anak Dg Basse.

Usai melakukan pertemuan di DPD Partai Hanura dan makan siang, Wiranto bersama segenap pengurus partai Hanura Sulsel menyempatkan diri mengunjungi keluarga korban kelaparan di Jl Daeng Tata I Blok IV D. Wiranto mengunjungi Basri, suami almarhumah Dg Basse yang meninggal bersama anak dan jabang bayinya ,akibat kelaparan.

Selain Basri, Wiranto juga mengunjungi tiga anak Basri, Salma, Bahar, serta Aco yang
sempat dirawat sepekan di RS Haji. Saat mengunjungi Aco di panti asuhan Fahmi JI Daeng Tata I, Wiranto juga menyerahkan bantuan Rp5 juta. Bantuan diterima langsung pengelola panti asuhan.

Saat pertama datang ke panti, Wiranto langsung menyebut nama Aco. Setelah melihat Aco, ia langsung memeluknya dan menciumnya beberapa kali. Di hadapan wartawan, Wiranto bahkan menggendong dan memangku Aco cukup lama. Aco baru dilepaskannya beberapa saat sebelum meninggalkan panti.

"Maksud kedatangan saya ingin melihat secara langsung saudara kita yang terkena musibah karena miskinnya mereka. Hari ini (kemarin,Red) saya menemui keluarga Dg Basse yang meninggal karena tidak bisa makan dan kandungannya juga tidak bisa diselamatkan," ujar Wiranto setelah keluar dari panti. (amr-har)

Tidak ada komentar: