Kamis, 14 Januari 2010 | 00:23 WITA
Makassar, Tribun - Mantan Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) DPP Partai Golkar Surya Paloh dan Tommy Soeharto bakal kembali berduet. Setelah keduanya bersaing menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam Munas Golkar di Riau, beberapa bulan lalu, keduanya bakal bersaing dalam Munas Partai Hanura, Februari, di Surabaya, Jawa Timur.
Perihal persaingan kedua tokoh tersebut menjadi calon pengganti Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto, diungkapkan Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Dewie Yasin Limpo. "Selain Pak Surya Paloh, banyak nama yang disebut-sebut akan menjadi calon pengganti Wiranto, seperti Tommy Soeharto dan mantan Menpora Adhyaksa Dault," ujar Dewie menjawab pertanyaan Tribun soal figur yang disebut-sebut bakal maju dalam Munas Hanura, Rabu (13/1).
Saat dihubungi via telepon, Dewie mengaku berada di Jakarta.
"Memang banyak wacana yang berkembang, kalau Pak Adhyaksa memang sudah masuk di Hanura. Tapi kalau Pak Surya Paloh baru sebatas omongan.," kata Dewie.
Ditanya soal sikap Sulsel, kakak kandung Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya ke Wiranto.
"Kita menyerahkan sepenuhnya pada Pak Wiranto soal berkembangnya sejumlah figur yang akan menjadi ketua umum. Kita hanya mengikut perkataan Pak Wiranto soal nama-nama tersebut. Kita masih ingin Pak Wiranto menjadi ketua, tapi tentu saja kita mendengar Pak Wiranto kalau misalnya dia mau jadi penasihat nantinya," jelas Dewie
Munas Hanura dijadwalkan digelar pada 5-7 Februari.
Menurut Dewie, munas akan membahas tiga agenda utama, yakni menyempurnakan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), memilih Ketua Umum DPP Partai dan menetapkan target perolehan suara pada Pemilu 2014.
Saat ini, Partai Hanura berada di urutan ke-9 partai yang lolos Parliamentry Threshold (PT) dengan 17 anggota di DPR RI. Tetapi Hanura menempati posisi ke-5 secara nasional untuk jumlah anggota DPRD Propinsi dan DPRD kabupaten/kota.
Di Sulsel, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, juga disebut-sebut akan masuk ke Hanura namun hal itu dibantah oleh Dewie.(lim)
Ramai-ramai Tinggalkan Golkar
JIKA benar Surya Paloh dan Tommy Soeharto akhirnya hengkang dari Golkar, maka mereka orang kedua danketiga mantan kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar yang "lari" dari naungan partai beringin.
Paloh adalah mantan Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) DPP Partai Golkar. Sedangkan Tommy adalah kader Golkar sekaligus putra mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Soeharto.
Paloh dan Tommy ikut bersaing menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar bersama Aburizal Bakrie dan Yuddy Chrisnandi dalam Munas Golkar di Riau, Oktober 2009.
Namun, dalam pemilihan, hanya Paloh dan Aburizal yang mendapat suara. Tommy dan Yuddy tak kebagian suara sepeserpun. Sementara Aburizal dan Paloh bersaing. Ical, sapaan akrab Aburizal meraih 296 Suara, Paloh 240 suara.
Yuddy lebih awal menanggalkan atributnya sebagai kader Golkar. Dia pindah ke Partai Gerindra beberapa pekan setelah Munas Golkar.(bie)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(Syamsul)
sumber : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/69779
Sabtu, 16 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar