Senin, 23 Juni 2008

Sukses pelantikan PAC hanura se KAB. Gowa

Pelantikan PAC Partai Hanura se Kab. Gowa yang dilaksanakan oleh DPC Hanura Kab. Gowa, di Gedung Haji Bate, Senin 16 Juni 2008 berlangsung sukses. DiHadiri tokoh masyarakat, organisasi massa kepemudaan, dan simpatisan partai Hanura yang berjumlah kurang lebih 2.000 orang.

Pelantikan ini dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulsel, Hj Dewie Yasin Limpo, SE, bersama pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Sulsel lainnya dan dilanjutkan dengan Rapimcab-I PAC se Kab. Gowa di Hotel Sahid Makassar.

Ketua Panitia, Noor Sjaibah Hamdi, S.sos, dalam laporannya, mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi¬tingginya pada panitia dan pengurus serta simpatisan Partai Hanura Kab. Gowa yang telah memberikan kontribusi atas suksesnya acara pelantikan.(ikl)







keterangan gambar dari atas ke bawah... :

Penyerahan bendera duaja oleh Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Ibu Hj Dewie
Yasin Limpo, SE, kepada Ketua PAC se Kab. Gowa pada saat pelantikan di Gedung
H Bate Sungguminasa


Ketua DPD partai Hanura Sulsel, Hj Dewie Yasin Limpo dalam pengambilan sumpah dan janji pada pelntikan pimpinan dan pengurus PAC 18 kecamatan se Kab. Gowa.

Udin Palisuri, Nasrullah Arsyad, Imbar, Muh. Ali, Waris Khalid, dan pengurus teras DPD Partai Hanura Provinsi Sulsel lainnya.

Para undangan, dihadiri oleh pemda Gowa, Tokoh masyarakat, ormas kepemudaan, dan Masyarakat Kab. Gowa.

Rapimcab PAC Hanura se Kab. Gowa

USAI pelantikan pengurus PAC Partai Hanura se Kabupaten Gowa 16 Juni lalu dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Cabang I PAC se Kab. Gowa di Hotel Sahid Makassar. Ketua DPC Partai Hanura Kab. Gowa, Ir. Masruddin Mas'ud, optimis Hanura dapat meraih hati nurani masyarakat Khususnya di Gowa. (ik1)

keterangan gambar :
Suasana Rapimcab-I Hanura Gowa di Hotel Sahid Jaya Makassar.

Ketua DPC Partai Hanura Kab. Gowa, Ir Masruddin Mas'ud, bersama NurHikma Ola, Ketua Panitia
Noor Sjaibah Hamdi, S.Sos,dan Sekum DPD Hanura Sulsel, M. Ali, sedang yelyel Hanura.

Ir Masruddin Mas'ud foto bersama dengan panitia dan pengurus DPC Hanura Kab. Gowa di Hotel Sahid Jaya Makassar


Hanura Gowa Lolos Verifikasi Faktual

DPC Partai Hanura Kabupaten Gowa telah dinyatakan lolos oleh KPU Kab. Gowa, setelah verifikasi faktual yang dilaksanakan, Senin 16 Juni 2008. Dengan lolosnya ini, maka Ketua DPC Partai Hanura Kab. Gowa, Ir Masruddin Mas'ud sangat optimis, partai yang dipimpinnya di Gowa ini akan mendapat dukungan mayoritas dan dapat meraih hati nurani masyarakat Kab. Gowa pada pemilu 2009 mendatang. (ik1)






keterangan gambar :

KETUA KPUD GOWA IBU MARHUMAH DIDAMPINGI KETUA DPC HANURA GOWA IR. MASRUDDIN MAS'UD SEDANG MELAKUKAN VERIFIKASI FAKTUAL. DISAKSIKAN OLEH WAKIL KETUA DPC HANURA NOOR SJAIBAH HAMDI, S.Sos


SUASANA VERIFIKASI FAKTUAL OLEH KPUD, H. MUSTAFA GANI, MM BERSAMA A. RUSLAN IDRIS, SH DIPIMPIN LANGSUNG OLEH KETUA KPUD IBU MARHUMAH

Kamis, 19 Juni 2008

KEMISKINAN HARUS DIHENTIKAN



Kemiskinan merupakan problematika yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, berbagai cara dan program telah digalakkan oleh berbagai elemen termasuk pemerintah, namun masih saja belum efektif. seperti pepatah mengatakan gugur satu tumbuh seribu, hilang satu orang miskin bermuncullanlah orang-orang miskin baru, dan bukan tidak mungkin ini akan berpotensi melahirkan dunia kriminal baru yang semakin bertambah karena tuntutan perut...dan untuk itulah Bapak Wiranto mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya yang memiliki kemampuan besar mengentaskan kemisikinan, bersama-bersama menghentikan kemiskinan.....STOP KEMISKINAN, MARI MENJADI MASYARAKAT YANG SEJAHTERA DAN MANDIRI SERTA BERKUALITAS DAN BERDAYA GUNA TINGGI. maka dengan itu kemiskinan tidak akan ada lagi......

Kepedulian Hanura Gowa



Gambar diatas diambil dari harian Fajar beberapa hari lalu, disini tersirat bahwa partai Hanura adalah partai yang serius memperjuangkan Hati nurani rakyat yang telah lama terkunkung. walaupun Hanura masih merupakan partai baru, namun kualitas yang dimiliki tak diragukan lagi, dan komitment untuk mengentaskan kemiskinan tetap terus diperjuangkan. mari kita satukan visi yang mulia bersama Partai Hanura, mengembang tugas mulia bersama-sama......Jayalah Hanura Jayalah Rakyat Indonesia.....

nb : untuk melihat lebih jelas gambar diatas, silahkan perbesar tampilan browser anda dengan mengklik menu perbesar tampilan, setiap browser memilki fasilitas berbeda-beda.

Ketua Umum DPP Partai Hanura, H Wiranto SH


Nama : Wiranto
Lahir : Yogyakarta, 4 April 1947
Istri : Uga Usman
Anak : 3
Hobi : Badminton

Organisasi: GABSI dan FORKI

Pendidikan:
1. Sarjana Ilmu Politik Universitas Terbuka, 1995
2. Sarjana Hukum dari. STHM, 1996
3. AMN Magelang, 1968
4. Alumni Lemhanas Terbaik 1995

Karier:
1. Ajudan Presiden 1989-1993
2. Kasdam Jaya 1993
3. Pangdam Jaya 1994
4. Pangkostrad, 1996
5. Kasad,1997
6. Menhankam Pangab 1998
7. Menkopolkam, 1999.

Sumber: Erwin M Patanjengi, Ketua Korda dan Media Centre DPP Hanura.(har)


Ketahanan Pangan MasihRapuh

MASALAH kemiskinan ternyata masih terus membelit bangsa ini. Bahkan, Sulsel yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan justru dikagetkan dengan meninggalnya warga akibat tidak pernah makan dalam tiga hari. Praktis, kabar memilukan itu menghebohkan warga di seluruh negeri ini. Ramai-ramailah mereka yang selama ini memproklamirkan diri sebagai pemerang kemiskinan datang menjenguk. Tidak terkecuali,
Wiranto yang akhir-akhir ini memang aktif mengiklankan diri sebagai orang yang akan mewakafkan dirinya untuk memerangi kemiskinan. Rabu 12 Maret, Wiranto secara khusus berkunjung ke kediaman Dg Basse (almarhum) dan menjenguk Aco di panti asuhan. Di sela-sela kunjungan itu, dan usai makan siang di RM Istana Laut, Fajar berkesempatan mewawancarai Wiranto. Berikut penuturannya yang disarikan Wartawan Fajar, Baharuddin Moenta:

Seberapa besar masalah kemiskinan masih membelit bangsa ini?

Kita jangan bicara angka atau persentase. Sebab, kemiskinan itu adalah masalah yang paling mendasar. Semua negara berlomba-lomba untuk mensejahterakan bangsanya dan berlomba mengentaskan kemiskinan. Jadi, jangan bicara angka, karena kalau bicara angka, nanti ada perdebatannya di masalah angka itu. Sebab, kita tidak ingin mendebatkan angkanya, tetapi bagaimana kita mencari solusi, sebagai bangsa mampu untuk mengentaskan kemiskinan sebagian warga kita yang sampai saat ini masih menderita apa yang disebut kemiskinan permanen itu.

Indonesia ini sudah puluhan tahun merdeka, apa tidak seharusnya persoalan kemiskinan ini sudah selesai?


Yah, kenyataannya memang begitu setelah 62 tahun kita merdeka. Saya bicara fakta saja, karena justru saya ingin buktikan di lapangan, makanya saya kemari, supaya bisa langsung mendapat masukan-masukan di lapangan, melihat, merasakan. Bagaimana keadaan masyarakat miskin di Indonesia, terutama di Sulsel ini dalam menghidupi keluarganya, dalarn menjalani kehidupannya. Saya langsung bertatap muka, langsung bicara dari hati ke hati. Saya ingin mendapat masukan yang instan yah, langsung lihat.

Untuk apa?

Untuk menjadi bahan bagi saya melanjutkan perjuangan dan teman-teman untuk mengurangi kemiskinan itu.

Sejauh mana Anda melihat komitmen pemerintah hingga saat ini dalam memerangi kemiskinan?


Saya tidak ingin saling menyalahkan. Mencari kambing hitam. Pemerintah barangkali sudah menempuh langkah-langkah untuk menanggulangi kemiskinan. Terbukti, sudah banyak kebijakan yang dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah kemiskinan.
Tapi kenyataannya, sampai scat ini, kemiskinan belum tertanggulangi secara signifikan. Tentunya membutuhkan strategi baru. Strategi yang lebih menggigit, yang lebih fokus, yang lebih berani, yang lebih tegas untuk memerangi kemiskinan itu.

Bagaimana harusnya kemiskinan itu disikapi?


Sebenarnya, saya sebagai bagian dari elemen bangsa akan sangat gembira kalau kita bersatu, bersama-sama pemerintah menanggulangi masalah kemiskinan itu. Sebab, sebenarnya, yang punya infrastruktur, yang punya dana, yang punya kewenangan dan otoritas itu adalah pemerintah. Nah, kalau pemerintah membangun suatu strategi baru yang didukung dan diperkuat berbagai elemen masyarakat, itukan hebat. Menurut saya, untuk memperbaiki bangsa ini perlu gerakan. Gerakan masuk ke kebijakan Negara. salah satunya yakni melalui rekrutmen pemimpin nasional.

Ada iklan Anda di televisi terkait kesiapan mewakakafkan diri untuk memerangi kemiskinan. Kenapa sampai demikian?

Itu sudah menjadi keikhlasan saya. Sebab Allah SWT sudah memberi saya lebih dari yang saya minta. Sebagai anak seorang guru, saya dulu hanya berharap bisa bekerja lebih baik dari orang tua saya. Tapi ternyata Tuhan memberi lebih dari itu. Saya pernah jadi Pangab dan seterusnya. Oleh karena itu, ke depan, saya tidak lagi akan meminta. Tapi saya akan memberi. Sekarang ini, saya sudah memiliki popularitas, network, dan lainnya. Insya Allah semua itu akan saya gunakan kembali untuk rakyat.

Setelah menyaksikan kondisi keluarga DgBasse (alm), apa komentar Anda?

Saya datang kemari memang karena ingin melihat saudara-saudara kita yang terkena musibah karena miskinnya mereka. Dan hari ini, menemui keluarga almarhumah Dg Basse yang meninggal beberapa waktu lalu karena memang sudah tidak bisa makan dan membawa kandungannya yang juga sudah tidak bisa diselamatkan. Hari ini, saya menemui Basri dan tiga anaknya yang dititipkan di beberapa tetangga dan Aco yang dititip di panti asuhan. Kedatangan saya memang ingin memberikan hiburan agar suami Dg Besse lebih tabah karena masih harus memelihara tiga anak, sebagai seorang tukang becak, harus menghidupi tiga anak. Sekaligus, saya juga ingin membuka mata hati kita sekalian bahwa masih banyak ternyata saudara-saudara kita seperti ini. Ini hanya contoh dari sekian banyak saudara kita yang menderita kemiskinan seperti ini. Oleh karena itu, jangan sampai ada satu persepsi lain bahwa kalau kita membantu orang miskin, punya tujuan-tujuan lain. Tidak ada itu.

Anda datang ini sebagai orang Partai Hanura atau pribadi?

Saya datang sebagai personal yang mengajak saudara-saudara kita yang lain. Marilah kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang menderita seperti ini. Masih banyak. Tapi masih lebih banyak orang kaya yang sebenarnya jika bersama-sama membantu untuk menanggulangi kemiskinan, barangkali kemiskinan itu tidak akan ada lagi di Indonesia. Karena jumlah yang miskin dibanding yang kaya, lebih banyak yang kaya.

Apakah kendatangan Anda itu bisa jadi solusi?


Kembali lagi, kita jangan salah menyalahkan. Kenyataannya memang masih jutaan warga kita yang menderita kemiskinan dan menganggur. Mari sama-sama mencari solusi. Kedatangan saya ke sini juga dalam rangka mendapat masukan. Langsung saya ingin melihat apa yang terjadi di daerah ini. Kenapa sampai ada daerah di tengah kota seperti ini, Kecamatan Tamalate yang sebagian kampungnya dihuni oleh masyarakat yang tidak bisa makan. Dari masukan inilah nanti tentunya kita akan mendapatkan solusi bersama, bagaimana secara nasional bisa memberikan suatu saran, masukan, pemikiran ke pemerintah untuk secepatnya bisa mengatasi kemiskinan.

Menurut Anda, tragedi yang menimpa keluarga Aco ini seharusnya dimaknai seperti apa?


Pertama hikmahnya bahwa kebersamaan kita sebagai bangsa yang dulu pernah kita miliki perlu dibangun kembali. Bagaimana mungkin di suatu daerah tengah kota ada daerah atau kantong kemiskinan di mana warganya sampai sulit mencari makan. Ini kan menunjukkan bahwa kebersamaan kita sudah mulai ada degradasi. Ini perlu dibangun kembali.
Kedua, kasus ini mengisyaratkan bahwa apa yang dialami keluarga Dg Basse almarhumah dan keluarga Basri tidak sendirian. Masih banyak keluarga seperti itu yang bertebaran di seluruh wilayah nusantara. Makanya perlu kepedulian kita bersama untuk mengentaskan kemiskinan ini. Jangan hanya kita menyalahkan pihak tertentu.

Alasannya?

Tidak mungkin pemerintah mampu sendirian menyelesaikan masalah seperti ini. Pemerintah hanya bisa membangun kebijakan barn yang lebih tegas, lebih fokus untuk bersama-sama dengan elemen masyarakat memerangi kemiskinan ini.

Sulsel ini kan dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Apakah status itu perlu dievaluasi?

Yang pasti, kejadian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan kita masih sangat rapuh. Karena itu, harus ada kebijakan makro supaya bisa lebih baik. Banyak hal yang perlu dilakukan. Dan itu tadi, perlu kebijakan yang fokus. (Baharuddin@fajar.co.id)

Wiranto Jamin Maula tak Dibuang


Kunjungi Korban Kelaparan di Makassar

MAKASSAR-HB Amiruddin Maula relatif aman di DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulsel meski tersangkut kasus dugaan korupsi. Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto menjamin mantan Walikota Makassar itu tidak akan dibuang dari kepengurusan. Mantan Panglima TNI itu bahkan menjamin dirinya bersama jajaran Partai Hanura akan selalu membela kepentingan Maula.

"Kita akan bela Maula sampai kapan pun," tegasnya saat memberi pengarahan dihadapan pengurus DPD dan DPC Hanura di sekretariat Partai Hanura Sulsel, Jl Sultan Alauddin Makassar, kemarin.

Wiranto menegaskan, dalam posisi seperti sekarang, Maula tidak akan ditinggalkan atau disepelekan. Partai Hanura, kata dia, tidak mungkin membuang orang-orang yang sudah berjasa seperti Maula.

"Meski begitu, untuk kepentingan organisasi, mungkin akan ada perubahan kebijakan partai ke depan," katanya.

Pernyataan Wiranto itu seolah menjawab spekulasi yang berkembang selama ini bahwa DPP akan tunjuk pelaksana tugas untuk sementara, selama Maula masih berproses di pengadilan. Figur yang disebut akan mengganti Maula adalah Dewie Yasin Limpo.
Kemarin, dalam kunjungannya, Wiranto didampingi Dewie. Termasuk saat penjemputan di Bandara Hasanuddin. Pada acara di DPD juga didampingi saudara kandung Syahrul Yasin Limpo itu. Bahkan, saat Wiranto mengunjungi korban kelaparan, Dg Basse, Dewie juga setia mendampingi Wiranto dan mengantar kembali ke Bandara

Wiranto mengungkapkan, sejak berdiri, Hanura sudah menghadapi tekanan yang luar biasa. Termasuk di Sulsel yang ketuanya harus berurusan dengan pengadilan. "Dalam kondisi begitu, biasanya organisasi sudah mandek. Tapi Sulsel tidak. Ini menunjukkan eksistensi Hanura sebagai partai organik," tegasnya.

Hanura, kata mantan Capres Golkar ini, bisa tumbuh bak jamur di musim hujan. Itu menandakan bahwa Hanura mulai diperhitungkan. "Hanura kini telah menjadi buah bibir dan ditakuti parpol besar," kata Wiranto meyakinkan.

Dalam pengarahannya, Wiranto didampingi Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Dewie Yasin Limpo, Sekretaris DPD, Nasrullah Arsyad, dan Korda Sulsel, H Zainal Muknam. Tidak ketinggalan, pengurus Hanura lainnya, H Imbar Ismail, Ketua DPC Kota Makassar, H Abdullah Bone, dan sejumlah pengurus lainnya.

"Partai Hanura lahir tidak untuk menggerogoti partai kecil. Tapi menggerogoti partai besar," tegas Wiranto.

Kunjungi Aco

Usai memberi pengarahan, Wiranto mengunjungi kediaman Dg Basse, korban kelaparan yang meninggal bersama anaknya. Di situ, Wiranto menyatakan keprihatinannya dan memberi santunan. Dari kediaman Basse, ia ke Panti Asuhan Fahmi, tempat Aco, anak Dg Basse.

Usai melakukan pertemuan di DPD Partai Hanura dan makan siang, Wiranto bersama segenap pengurus partai Hanura Sulsel menyempatkan diri mengunjungi keluarga korban kelaparan di Jl Daeng Tata I Blok IV D. Wiranto mengunjungi Basri, suami almarhumah Dg Basse yang meninggal bersama anak dan jabang bayinya ,akibat kelaparan.

Selain Basri, Wiranto juga mengunjungi tiga anak Basri, Salma, Bahar, serta Aco yang
sempat dirawat sepekan di RS Haji. Saat mengunjungi Aco di panti asuhan Fahmi JI Daeng Tata I, Wiranto juga menyerahkan bantuan Rp5 juta. Bantuan diterima langsung pengelola panti asuhan.

Saat pertama datang ke panti, Wiranto langsung menyebut nama Aco. Setelah melihat Aco, ia langsung memeluknya dan menciumnya beberapa kali. Di hadapan wartawan, Wiranto bahkan menggendong dan memangku Aco cukup lama. Aco baru dilepaskannya beberapa saat sebelum meninggalkan panti.

"Maksud kedatangan saya ingin melihat secara langsung saudara kita yang terkena musibah karena miskinnya mereka. Hari ini (kemarin,Red) saya menemui keluarga Dg Basse yang meninggal karena tidak bisa makan dan kandungannya juga tidak bisa diselamatkan," ujar Wiranto setelah keluar dari panti. (amr-har)

Wiranto Bagi Sembako di Gowa

BAGI SEMBAKO - Ketua Umum DPP Partai Hanura, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, membagikan sembako keperwakilan warga dari keluarga kurang mampu pada acara temu kader dan bakti sosial DPC Partai Hanura Kabupaten Gowa di Istana Tamalate, Kawasan Balla Lompoa, Sungguminasa, Minggu (23/3).



sungguminasa, Tribun-Ketua Umum Dewan pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (DPP Partai Hanura), Jenderal (Purn) Wiranto, membagi-bagikan sembako kepada ratusan warga dari keluarga kurang mampu Kecamatan SombaOpu, Kabupaten Gowa.

Pembagian sembako dilakukan secara simbolis di sela-sela acara temu kader dan bakti sosial Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Gowa di istana Tamalate, Kawasan Balla Lompoa, sugguminasa, Minggu (23/3).

Wiranto didampingi istri, Ny Uga Wiranto, dan Ketua DPC Partai Hanura Gowa; Masruddin Mas'ud, menyerahkan Sembako kepada perwakilan warga Sebanyak 500 warga dipersiapkan menerima sembako pada puncak kegiatan sosial partai ini.

Masruddin dalam sambutannya mengata¬kan, kegiatan sosial yang dilakukan Partai hanura Kabupaten Gowa telah dilaksanakan sejak tahun lalu. Pada September 2007, sekitar 500 voucer pemeriksaan kesehatan gratis telah dibagikan partai ini kepada masyarakat.

"Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Klinik ALislah Makassar untuk memberikan pengobatan gratis kepada pengurus Hanura di Kabupaten Gowa," ungkap Masruddin.

Pada kesempatan ini, Wiranto juga melantik Satuan Tugas (Satgas) Partai Hanura Gowa. Satgas ini dipersiapkan untuk siaga bencana alam. Setiap terjadi bencana, satgas ini akan bertindak cepat untuk memberikan bantuan.

Wiranto hadir bersama sejumlah pe¬ngurus DPP, antara lain Bambang W. Suharto (mantan Ketua Komnas HAM), Letjend Suady Marasabessi (mantan Pangdam VII Wirabuana), dan Jenderal Subagyo HS (mantan kasad).

Dari DPD hadir pelaksana harian Sultan Wahib, Dewie Yasin Limpo, dan sejumlah pengurus lainnya. Mewakili pemerintah, Wakil Bupati Gowa Abd Razak Badjidu.
Dijamu Bupati

Usai menghadiri temu kader dan bakti sosial DPC Partai Hanura Kabupaten Gowa di Istana Tamalate, Wiranto dan rombongan dijamu makan siang olch Bupati Gowa Ich¬sanYasin Limpo di rumah jabatan Bupati.

Wakil Bupati Abd Razak Badjidu yang mewakili bupati pada acara di Istana Tamalate menyampaikan undangan resmi di sela-sela sambutannya.(ute)

Hanura Siap Antar Dewie ke DPR RI

MAKASSAR - Sukses Pemilu 2009 menjadi target utama jajaran pengurus DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanu¬ra) Gowa. Terutama, mengantar Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Hj Dewie Yasin Limpo ke Senayan.

Target itu sudah terpatri dalam diri seluruh pengurus DPC Partai Hanura Gowa
menyambut Pemilu 2009," ungkap Ketua DPC Partai Hanura Gowa, Masruddin Mas’ud kepada Fajar, Senin 9 Juni.

Untuk menyukseskan target tersebut, kata dia, pihaknya sudah berkonsolidasi dengan seluruh jajaran pengurus. Konsolidasi itu makin dimatangkan dalam Rapimcab dan pelantikan PAC di Hotel Sahid Makassar, 16 Juni mendatang.

Selain agenda itu, ada dua agenda lain yang tak kalah pentingnya. Yakni, siap mengantar Ketua Umum DPP, H. Wiranto sebagai capres. Di internal, jajaran pengurus juga sudah siap berjuang menjadikan Hanura sebagai partai tiga besar di Gowa.

Di Rapimcab, kita juga sudah siap konsolidasi menghadapi verifikasi faktual. Kita optimis lolos, karena seluruh infrastruktur sudah disiapkan," sebut politisi berlatar belakang pengusaha ini.

Hingga saat ini, lanjut Masruddin, Hanura Gowa sudah merekrut kader yang ber-KTA hingga 6.000 orang. Sementara, masih ada 8.000 yang sementara dicetak KTA-nya. "Kita memang targetkan menjadi DPC yang mengumpul KTA terbanyak di Sulsel," tandasnya. (har)

Hanura Gowa Target Satu Fraksi

SUNGGUMINASA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Gowa menargetkan membentuk fraksi tersendiri di DPRD. Obsesi tersebut bukannya tanpa alasan setelah melihat animo masyarakat yang memilih bergabung dengan partai bentukan Wiranto tersebut.

Pernyataan itu dilontarkan Ketua DPC Partai Hanura Gowa, Masruddin Mas'ud dalam sambutannya pada pelantikan pengurus PAC di gedung Haji Bate, kemarin. Masruddin me¬ngatakan, target tersebut tidak muluk-muluk untuk diwujudkan.

Selain menargetkan pembentukan fraksi, partai yang baru berusia 1,5 tahun ini juga bertekad mengantar Ketua DPD Sul¬sel Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo menuju ke senayan. Menurutnya kans Dewie tersebut akan terwujud jika seluruh elemen partai Hanura khususnya di Gowa bekerja secara maksimal.

"Yang tak kalah pentingnya adalah target utama kita pada pilpres 2009. Wiranto harus menjadi orang nomor satu di republik ini," tekas Masruddin.

Sementara itu, Dewie yang melantik pengurus PAC Partai Hanura Gowa mengatakan cukup apresiatif dengan dukungan yang diberikan kepadanya. Suara dukungan ke senayan menurutnya, juga dilontarkan oleh DPC Enrekang dan Tana Toraja. "Untuk pembentukan fraksi, saya kira akan mudah jika teman-teman semua bisa bekerja secara apik dan penuh dengan kecermatan," ujar Dewie. (m04)